Sabtu, 17 April 2021

Intervensi Elektrofisiologi


Intervensi elektrofisiologi merupakan tindakan untuk merekam dan mengevaluasi aktivitas listrik jantung menggunakan metode invasif yang biasanya dimanfaatkan untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit jantung terutama gangguan irama jantung atau yang sering disebut dengan aritmia.


Teknik pelaksanaan elektrofisiologi ini adalah dengan cara mendengarkan sinyal listrik yang kemudian akan mengidentifikasi bagaimana kondisi aktivitas listrik pada organ jantung seseorang. Dari hasil identifikasi inilah akan diketahui bagaimana kondisi jantung orang tersebut.


Untuk melakukan elektrofisiologi biasanya dibutuhkan seorang ahli jantung yang menguasai bidang elektrofisiologi atau kerap disebut ahli elektrofisiologi.


Fungsi Dilakukan Tindakan Intervensi Elektrofisiologi


Ada beberapa manfaat atau fungsi dari dilakukannya intervensi dan pemeriksaan elektrofisiologi, diantaranya yaitu:

·         Mampu mengidentifikasi adanya penyakit jantung seperti penyumbatan pada jantung.

·         Untuk mengevaluasi apakah tindakan penanganan, terapi maupun pemberian obat sudah tepat atau belum.

·         Untuk mencari tahu akar permasalahan yang dapat menyebabkan terjadinya aritmia pada pasien.

·         Mengetahui aktivitas listrik jantung, sehingga bisa mendeteksi apabila terjadi kelainan pada irama jantung atau aritmia.

·         Apabila pasien mengalami aritmia yang disebabkan oleh kelainan jaringan, maka intervensi ini dapat membantu menghancurkan jaringan tersebut dengan memanfaatkan ablasi radio frekuensi atau gelombang radio.


Jenis Intervensi Elektrofisiologi yang Sering Dilakukan


Ketika seorang pasien sudah menjalankan pemeriksaan elektrofisiologi, maka akan diketahui diagnosis penyakit oleh dokter. Setelah itu jika memang dibutuhkan maka dokter akan menyarankan untuk memberikan tindakan intervensi elektrofisiologi. Berdasarkan jenis diagnosisnya, berikut beberapa jenis intervensi yang biasa dilakukan:

·         Pemasangan alat pacu jantung permanen, jenis intervensi elektrofisiologi untuk pasien yang memiliki denyut jantung lambat. Umumnya menyebabkan gejala kliyengan, mudah lelah hingga pingsan.

·         Ablasi aritmia, dilakukan apabila hasil pemeriksaan menunjukkan pasien mengalami gangguan irama jantung yang tidak teratur akibat aritmia.

·         Terapi resinkronisasi jantung dirancang untuk memperbaiki kontraksi bilik jantung. Tindakan ini dilakukan apabila terapi jantung konvensional tidak efektif lagi.


Biaya yang Dibutuhkan untuk Tindakan Intervensi Elektrofisiologi


Sebagai gambaran, sejauh ini biaya untuk tindakan elektrofisiologi diperkirakan mencapai 40 juta rupiah. Akan tetapi biaya ini bisa saja lebih tinggi atau rendah, hal ini tergantung pada beberapa faktor. Misalnya saja jenis pelayanan yang diberikan rumah sakit atau faskes, fasilitas, ketersediaan tenaga medis, dokter maupun peralatan hingga lokasi rumah sakit atau faskes. Faktor-faktor perbedaan inilah yang kemudian dapat menyebabkan biaya penanganan intervensi ini berbeda antara faskes yang satu dan lainnya.


Ada banyak dokter spesialis jantung yang memiliki keahlian di bidang intervensi elektrofisiologi, salah satunya adalah dr Faris Basalamah yang kini berpraktek di Heartology Cardiovascular Center. Beliau memiliki keahlian dan minat khusus di Clinical Cardiology, Interventional Cardiology, Arrhytmia & Electrophysiology, Structural CardioVascular Intervention (ASO, PFO, LAAO etc), Complexes Coronary Intervention (LM, Bifurcation and CTO Intervention), Pacemaker, ICD and CRT implantation hingga Renal Denervation.


Salah satu fasilitas kesehatan khusus jantung di wilayah Jakarta yang juga menyediakan layanan intervensi ini adalah di Heartology. Faskes khusus jantung ini sudah ditangani oleh dokter spesialis, paramedis, dan perawat yang sudah profesional. Selain itu Heartology juga sudah ditunjang dengan peralatan yang canggih, sehingga dapat membantu pengobatan dan penanganan intervensi elektrofisiologi agar lebih efektif dan efisien.  


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © strong man - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -